It's Okay To Not Be Okay

 Nama : Widya Aprina 

Nim : 12001171

Kelas : 4E PAI

Makul : Media Pembelajaran 

Dosen Pengampu : Drs. Fahrul Razi, M.Pd.  dan  Firmansyah, S.Pd. I, M.Pd


It's Okay To Not Be Okay

 Kita semua pasti tahu bahwa setiap orang pasti pernah mengalami kondisi terburuk dalam hidupnya. Dimana masalah yang bertubi-tubi kerap kali menghampiri membuat kita mulai meragukan diri sendiri, ketika banyak hal terasa berat membuat kita berpikir, kita harus kuat dalam semua keadaan, kita berpikir kita tidak boleh menangis, dan kita berpikir kita harus tegar untuk menghadapi semua masalah .  Tapi, yang sebenarnya terjadi adalah bahwa seringkali kita baik dengan orang lain sedangkan kita jahat dengan diri kita sendiri dan kita hanya berpikir untuk orang lain tanpa memikirkan diri sendiri padahal diri kitalah yang sedang terluka bukan orang lain. Karena mereka tidak merasakan apa yang sedang kita rasakan, seharusnya pikirkan diri kita dahulu, cintai diri kita terlebih dahulu karena mencintai diri sendiri artinya bukan hanya menerima apa yang terlihat saja melainkan juga menerima apa yang tidak terlihat. Dan tidak jarang kita berpura-pura merasa baik-baik saja padahal kita tidak sedang baik-baik saja . Merasa tidak baik-baik saja bukanlah sebuah kejahatan. 

 Jika kita bisa mencintai orang lain lantas mengapa kita bukannya melakukan hal yang sama untuk diri kita, bukankah kita juga bisa melakukannya untuk diri kita sendiri ? Sesederhana mengakui keberadaan diri kita dan tidak menyangkal perasaan yang kita rasakan. Jadi, tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja , tidak apa-apa untuk mengeluh dan tidak apa-apa untuk gagal dan hal negatif lainnya. Mengapa kita boleh senang saat bahagia dan tidak boleh sedih saat terkena masalah ? Bukannya itu tidak adil harusnya kita menikmati perasaan yang kita rasakan kalo ingin menangis menangislah sepuasnya,kalo ingin marah marahlah sepuasnya karena sekali lagi it's okay to not be okay. 

 Namun, pada akhirnya semua kembali pada kemampuan kita menyembuhkan diri. Pada akhirnya semua kembali pada kemampuan kita menerima perasaan sedih. Tidak perlu sekuat tenaga menolak segala kecewa. Tidak perlu menghindar jika memang sedang tak baik-baik saja. Karena proses menjadi dewasa penuh jalan yang berliku. Karena menjadi manusia berarti kita bertumbuh menjadi lebih baik ke depannya. Segala kesedihan akan terlewat, tenang saja.

Komentar